Rabu, 14 Oktober 2015

Bahasa yang lama tak terdengar

Bahasa Yang Menyimpan Kenangan
Lama tak kudengar tutur bahasa itu
Kembali memperjelas ukiran kenanganku
Yang mulai memudar karena waktu
Layaknya ukiran pasir tersapu ombak

Tak dapat dipungkiri kurindu nuansanya
Dulu pernah membuatku sedih dan bahagia
Tempat yang nan jauh disana
Ketika itu ingin sekali kutinggalkan

Belum pernah kubayangkan hingga saat ini
Ketika mendengar kembali bahasa itu
Seperti nyanyian yang membawa hati dan pikiranku
Kembali ketempat dimana aku mengukir kisah

Bahasa yang takkan kudengar ditempat lain
Yang dulu hanya kudengar dari orang dekat
Aku menjauh dari tempat itu
Juga menjauh dari mereka yang ingin aku dekati.

Senin, 15 Oktober 2012

Puisi Untuk Sebuah Nama


Entah mengapa sulit sekali kubenamkan namamu dalam dinding hatiku
Rinduku tak berhenti berarak, mengintar cela rasaku
aku tahu, …goresan hatiku meluka lara,
menoreh dalam senja yang temaram
lupakah engkau, bahwa rasa itu juga milikmu,
entah ucapmu palsu, atau kau hanya brmain dengan lidahmu…
tetapi kelana hati, aku terbujuk dlm syair yang kau dekap semalam,
aku tak mampu menepis sekelebat ras dalam bayangmu
aku begitu meluka saat kau gandeng tangannya di dpanku
aku sakit, dan sakit sekali….
aku terluka….dan sangat terluka
dan kekasih, tinggallah sepi dan pedih yang kurasa…
tapi biarlah, asal kau bahagia….
ku hanya mampu berpasrah, ….
semoga kemilau langit jingga mampu sinarkan cerahnya untukku yang terluka
aku memang wanita malang….
semoga kau mengenangku dlm bahagiamu
Pengirim : Rindu S

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Sumber, Sapardi Djoko Damono

Minggu, 14 Oktober 2012

Puisi


semua rasaku..
kebisuanku..
angan…dan mimpiku..
tiada bisa ku ungkap…

hanya goresan goresan ini..
yang dapat ku tuangkan..kepadamu..
puisi…
dialah temanku..
dia yang mengerti aku..

puisi..
padamu kucurahkan semuanya..
puisi..
padamu kuserahkan semuanya..

puisi..
engkau mengerti..aku..
hanya engkau temanku..

puisi..
denganmu..aku bahagia..
lega…melepaskan semua..

puisi…
kau tercipta untukku..
dan ku tercipta untukmu…


sumber : gudangpuisi.com

Di Mana Cahaya Itu


disini.. aku sendiri..
terpuruk..tertatih..menunggu pagi..
inginkan setitik cahaya indah..
namun kisahku..tiada berubah..
hari selalu malam..gelap..tampa bintang
disini..ditempat ini..
begitu ..sepi…tiada keindahan..

aku tersudut..dalam kehampaan..
tiada satupun yang mengerti..
aku..tinggalkah aku..
cerita pahit…tiada bertepi..
mereka tertawa diatas pedihku..

dan aku masih disini..
merenung..bermimpi.
ingin..kan..dan berharap..kebahagiaan..

disini…yang ada..iri..
dengan tawa mereka..
dan kenapa aku tidak????


sumber : gudangpuisi.com

Hanya Kau


“Hanya kau”
Setelah kepergianmu, hatiku
terasa pilu
Banyak kenangan indah yang
tak bisa kulupakan, Apakah
semua itu akan terulang
kembali. . .?
Ah…, pujaanku kau tetap
dihatiku selalu
Perasaanku tetap sama seperti
dulu,. Apakah kamu merasakan
hal yang sama…?
Dan kau harus tahu
Bahwa aku akan tetap
menunggu kedatanganmu
selalu dengan hati yang
berbunga-bunga. . .


sumber : gudangpuisi.com

Kegamangan Hidup


Hidupku seperti malam, jiwaku gamang
Berkelana di kegelapan tanpa tinta,,,
Tanganku seakan menggapai tanpa pegangan..
yang kian menebar aroma kehampaan


Ku coba menghitung kerlip bintang kegalauan,
diatas pantulan samudera yang kelam.
Tapi apa yang ku dapati…?
Hanya setetes tangis hitam pekat!


yang dikatakan, tak teruraikan…
yang dirasakan, tak terperikan…

Dan hanya sisakan sedikit senyuman pahit!
Kini ku merindukan mentari,
dan kini ku merindukan bisikan kalbu…


Tapi mengapa kalbuku seakan beku dan bisu???
Inilah hidupku,,,!!!!
Akankah ku temui padang rumput dan langit biru??
Atau apakah aku akan terus berada pada padang gersang
dibawah langit nan kelam????


sumber : gudangpuisi.com